Hasil Match Persib vs Persik: Sihir Thom Haye dan Brace Andrew Jung Benamkan Persik Kediri di GBLA
BANDUNG – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi saksi keangkeran sang pemuncak klasemen. Dalam lanjutan pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung Senin (9/3/2026) malam WIB, Persib Bandung tampil perkasa dengan melumat tamu mereka, Persik Kediri, lewat skor telak 3-0.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin biasa. Bagi skuat asuhan Bojan Hodak, hasil ini mempertegas posisi mereka sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara musim ini. Tambahan poin penuh membuat Persib kini mengoleksi 57 poin dari 24 laga, sekaligus memperlebar jarak dari kejaran Borneo FC di posisi kedua. Sementara bagi Persik Kediri, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-12 dengan 29 poin.
BACA JUGA: Bali vs Arema FC: Drama Gol Bunuh Diri dan Rekor Tappei Yachida
Babak Pertama: Panggung Sang Professor dan Keunggulan Ganda
Pertandingan dimulai dengan atmosfer yang sangat panas khas “Kota Kembang”. Sejak peluit pertama dibunyikan, baik Persib maupun Persik tidak ragu untuk bermain terbuka. Maung Bandung mengandalkan kreativitas Thom Haye sebagai dirigen di lini tengah, sementara “Macan Putih” mencoba memberikan perlawanan lewat transisi cepat Ezra Walian.
Petaka bagi Persik Kediri datang pada menit ke-22. Agresivitas Berguinho di dalam kotak penalti memaksa barisan pertahanan lawan melakukan pelanggaran fatal. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Thom Haye, sang jenderal lapangan tengah timnas Indonesia, maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan luar biasa, pemain yang dijuluki “The Professor” ini melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang yang gagal dijangkau Leonardo Navacchio. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Tertinggal satu gol, Persik sempat mencoba bangkit. Pada menit ke-35, Ezra Walian melepaskan tembakan bebas melengkung yang mengancam gawang Persib. Namun, Teja Paku Alam menunjukkan kelasnya dengan penyelamatan gemilang.
Hanya berselang tiga menit dari ancaman Ezra, Persib justru kembali mendapatkan hadiah penalti setelah Frans Putros dijatuhkan oleh Adrian Luna di area terlarang. Kali ini, bomber jangkung asal Prancis, Andrew Jung, yang maju sebagai algojo. Dengan dingin, Jung menggandakan keunggulan Persib menjadi 2-0, skor yang bertahan hingga turun minum.
BACA JUGA: Drama Super League: Comeback Spektakuler Persik Kediri vs Persis di Brawijaya
Babak Kedua: Brace Andrew Jung dan Tembok Kokoh Teja Paku Alam
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan meningkat. Sempat terjadi perselisihan antara bek Persib, Federico Barba, dengan penyerang Persik, Jose Rodriguez, yang menunjukkan betapa tingginya gengsi di lapangan. Beruntung, wasit mampu meredam situasi dengan cepat sebelum keadaan memanas.
Persib tidak butuh waktu lama untuk mengunci kemenangan. Pada menit ke-52, sebuah skema serangan balik yang sangat rapi diperagakan oleh anak asuh Bojan Hodak. Uilliam Barros mengirimkan bola kepada Frans Putros yang melakukan overlap cepat di sisi kanan. Putros kemudian masuk ke kotak penalti dan mengirimkan umpan tarik yang diselesaikan dengan finishing sempurna oleh Andrew Jung. Papan skor berubah menjadi 3-0, dan Stadion GBLA bergemuruh merayakan gol kedua Jung di laga tersebut.
Meski tertinggal jauh, Persik Kediri tidak menyerah begitu saja. Ezra Walian kembali mendapatkan peluang emas lewat tendangan bebas dari jarak 20 meter pada menit ke-56. Bola yang mengarah ke pojok gawang lagi-lagi berhasil ditepis oleh Teja Paku Alam. Bola rebound sempat disambar pemain Persik, namun melambung di atas mistar.
Di sisa waktu pertandingan, Persib mulai menurunkan tempo dan bermain lebih taktis untuk menjaga keunggulan. Persik hampir saja mencetak gol hiburan di menit ke-90 melalui Jose Rodriguez, namun dewi fortuna belum berpihak karena bola eksekusinya hanya menghantam mistar gawang. Skor 3-0 pun tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Analisis Taktis: Kunci Sukses Bojan Hodak
Kemenangan telak ini menunjukkan betapa solidnya komposisi skuat Persib musim ini. Penempatan Thom Haye sebagai poros permainan memberikan kestabilan yang luar biasa, sementara kehadiran duet bek Federico Barba dan Patricio Matricardi membuat lini pertahanan Persib sangat sulit ditembus.
Selain itu, insting gol Andrew Jung yang tajam membuktikan bahwa lini depan Maung Bandung adalah salah satu yang paling menakutkan di liga. Di sisi lain, Persik Kediri asuhan Marcos Reina sebenarnya memberikan perlawanan yang cukup berani, namun kegagalan mereka mengantisipasi pergerakan sayap Persib menjadi lubang besar yang berhasil dieksploitasi dengan maksimal oleh tuan rumah.
Susunan Pemain Resmi
Persib Bandung (4-3-3): Teja Paku Alam (GK); Kakang Rudianto, Federico Barba, Patricio Matricardi, Eliano Reijnders; Frans Putros, Thom Haye, Berguinho; Adam Alis, Beckham Putra, Andrew Jung. Pelatih: Bojan Hodak
Persik Kediri (4-2-3-1): Leonardo Navacchio (GK); Novri Setiawan, Muhamad Firli, Kiko, Rifqi Ray; Imanol Garcia, Ezra Walian; Adrian Luna, Ernesto Gomez, Jose Rodriguez; Jon Toral. Pelatih: Marcos Reina
Misi Berikutnya: Mempertahankan Takhta
Dengan hasil ini, Persib Bandung semakin nyaman di puncak klasemen. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi di sisa kompetisi untuk memastikan trofi juara kembali ke Bumi Siliwangi. Bagi Persik, evaluasi mendalam harus segera dilakukan oleh Marcos Reina agar timnya tidak terus melorot ke papan bawah klasemen.