Hasil Milan vs Inter: Magis Estupinan dan Tembok Maignan Runtuhkan Dominasi Inter dalam Derby della Madonnina
MILAN – Kota Milan terbelah menjadi merah dan hitam pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Dalam salah satu edisi Derby della Madonnina paling krusial di Serie A pekan ke-28, AC Milan berhasil keluar sebagai pemenang setelah menumbangkan rival abadi mereka, Inter Milan, dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan ini bukan sekadar soal gengsi penguasa kota, tetapi juga menjadi pernyataan perang dalam perburuan Scudetto musim ini. Gol tunggal dari bek sayap Pervis Estupinan memastikan skuat asuhan Massimiliano Allegri memangkas jarak di klasemen, sekaligus memberikan kekalahan menyakitkan bagi sang pemuncak klasemen.
Babak Pertama: Catur Taktis Allegri vs Chivu
Pertandingan dimulai dengan atmosfer yang mencekam. Lebih dari 75.000 pasang mata di San Siro menyaksikan duel taktis yang sangat hati-hati sejak peluit pertama dibunyikan. Baik Allegri maupun Cristian Chivu menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak melakukan kesalahan fatal di area pertahanan.
Selama 30 menit pertama, Inter Milan sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola. Lini tengah Nerazzurri yang dikomandoi Nicolo Barella dan Piotr Zielinski mencoba mendikte tempo permainan. Namun, formasi 3-5-2 milik Milan yang sangat disiplin membuat Inter kesulitan menembus sepertiga akhir lapangan.
Momen Titik Balik: Penyelamatan Maignan dan Sengatan Estupinan Drama sebenarnya dimulai pada menit ke-34. Inter hampir saja unggul melalui serangan terstruktur yang diakhiri oleh sepakan jarak dekat Henrikh Mkhitaryan. Namun, Mike Maignan membuktikan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Dengan refleks “kucing”, ia menepis bola yang sudah terlihat 99% akan masuk ke gawang.
BACA JUGA: Newcastle Vs Man City: Segel Tiket Perempat Final Piala FA 2026
Kegagalan Inter tersebut langsung dibayar mahal dengan harga yang paling tinggi. Kurang dari satu menit setelah penyelamatan Maignan, Milan melancarkan serangan balik kilat yang menjadi ciri khas mereka. Melalui skema transisi cepat, bola dialirkan ke sisi kiri tempat Pervis Estupinan berlari tanpa kawalan. Dengan penyelesaian akhir yang dingin dan akurat, bek asal Ekuador tersebut menaklukkan Yann Sommer. San Siro bergetar, 1-0 untuk keunggulan Milan!
Setelah gol tersebut, tensi pertandingan meningkat tajam. Saling balas serangan terjadi melalui aksi Alexis Saelemaekers di sisi Milan dan Barella di sisi Inter. Meski Inter unggul tipis dalam statistik harapan gol (xG), disiplin baja lini belakang Milan memastikan keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kepungan Nerazzurri dan Tembok Kokoh Rossoneri
Memasuki paruh kedua, Cristian Chivu menginstruksikan Inter untuk bermain lebih ofensif. Mereka praktis mengurung pertahanan Milan sejak menit pertama babak kedua. Penyerang muda Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny menjadi tumpuan utama di lini depan untuk menggedor pertahanan Milan yang dikawal oleh trio Fikayo Tomori, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic.
Peluang emas didapat Federico Dimarco pada menit ke-53. Mendapat ruang tembak yang cukup terbuka, bek sayap andalan Italia itu melepaskan sepakan keras, namun sayang bola masih melambung tipis di atas mistar Maignan.
Perjudian Taktis dan Cedera Bastoni Melihat kebuntuan timnya, Chivu melakukan perubahan radikal pada menit ke-59 dengan memasukkan Petar Sucic dan Denzel Dumfries untuk menambah daya dobrak. Intensitas serangan Inter meningkat berkali-kali lipat, namun Milan merespons dengan menurunkan blok pertahanan mereka semakin dalam.
Nasib sial menimpa Inter pada menit ke-68. Bek andalan mereka, Alessandro Bastoni, harus ditarik keluar setelah mengalami kontak fisik yang cukup keras dengan Adrien Rabiot. Kehilangan Bastoni menjadi pukulan telak bagi organisasi pertahanan dan transisi serangan Inter. Carlos Augusto masuk menggantikan peran tersebut, namun momentum Inter sedikit terganggu.
Memasuki sepuluh menit terakhir, ketegangan di pinggir lapangan semakin terasa. Inter terus menekan, mengirimkan umpan-umpan lambung ke kotak penalti, namun keberadaan Luka Modric dan Youssouf Fofana di lini tengah Milan berhasil memutus aliran serangan tersebut sebelum mencapai area berbahaya. Ironisnya, hingga menit ke-80, striker utama Lautaro Martinez tetap berada di bangku cadangan, sebuah keputusan Chivu yang memicu tanda tanya besar.
Drama Menit Akhir dan Kontroversi Gol
Puncak drama terjadi di masa injury time (90+1′). Dalam situasi kemelut setelah sepak pojok, Federico Dimarco berhasil melepaskan tembakan yang menggetarkan jala gawang Maignan. Pendukung Inter sempat bersorak, namun wasit lebih dulu meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran atau gangguan sebelum bola masuk. Gol tersebut dinyatakan tidak sah.
Hanya berselang beberapa detik, klaim handball dilakukan oleh para pemain Inter setelah bola mengenai lengan salah satu bek Milan di kotak terlarang. Namun, setelah komunikasi singkat dengan ruang VAR, wasit memutuskan untuk tidak melakukan peninjauan layar dan melanjutkan laga. Keputusan ini memicu protes keras dari bangku cadangan Inter, namun skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Implikasi Klasemen: Perebutan Scudetto Kembali Membara
Kemenangan ini membawa dampak masif bagi konstelasi klasemen Serie A. AC Milan kini kokoh di posisi kedua dengan raihan 60 poin. Meskipun Inter Milan masih bertakhta di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin, kekalahan dalam derby ini memberikan pukulan psikologis bagi mereka dan memberikan harapan baru bagi Milan untuk terus mengejar di sisa musim.
Statistik Pertandingan:
-
Penguasaan Bola: AC Milan 44% – 56% Inter Milan
-
Tembakan tepat sasaran: AC Milan 3 – 5 Inter Milan
-
Penyelamatan Kiper: Mike Maignan (5) – Yann Sommer (2)
Daftar Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2): Mike Maignan (GK); Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot, Pervis Estupinan; Rafael Leao, Christian Pulisic. Pelatih: Massimiliano Allegri
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer (GK); Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, Yann Bisseck; Federico Dimarco, Henrikh Mkhitaryan, Piotr Zielinski, Nicolo Barella, Luis Henrique; Francesco Pio Esposito, Ange-Yoan Bonny. Pelatih: Cristian Chivu
Keberhasilan Allegri meramu strategi bertahan yang solid serta efektivitas serangan balik menjadi kunci kemenangan Rossoneri malam ini. Milan kembali membuktikan bahwa dalam sebuah Derby, mentalitas dan disiplin seringkali lebih menentukan daripada sekadar statistik di atas kertas.