Hasil Persija Jakarta vs Dewa United: Penalti Maxwell Digagalkan Sonny Stevens, Persija Jakarta Gagal Gusur Borneo FC
PUSAT SPORTS, JAKARTA – Gemuruh ribuan Jakmania yang memadati Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (15/3/2026) malam WIB harus berakhir dengan rasa sesak di dada. Dalam laga tunda pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026, Persija Jakarta harus puas berbagi satu angka setelah ditahan imbang Dewa United dengan skor 1-1.
Pertandingan ini menyuguhkan drama tingkat tinggi, mulai dari gol yang dianulir, hujan peluang, hingga puncaknya adalah kegagalan eksekusi penalti di menit-menit akhir pertandingan. Hasil imbang ini terasa seperti kekalahan bagi “Macan Kemayoran”, karena mereka melewatkan kesempatan emas untuk menyamai perolehan poin Borneo FC di posisi kedua klasemen.
Persaingan Papan Atas yang Semakin Memanas
Dengan tambahan hanya satu poin, Persija Jakarta kini mengoleksi 52 poin dan tetap tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara. Mereka gagal memberikan tekanan maksimal kepada Borneo FC yang mengantongi 54 poin. Di sisi lain, satu poin bagi Dewa United asuhan Jan Olde Riekerink sangat berarti untuk menjaga posisi mereka di papan tengah. “Tangsel Warriors” kini mengoleksi 34 poin dari 25 pertandingan dan duduk manis di posisi kesembilan.
BACA JUGA: Drama Super League: Comeback Spektakuler Persik Kediri vs Persis di Brawijaya
Babak Pertama: Dominasi Tuan Rumah dan Gol Rebound Maxwell
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menurunkan formasi menyerang sejak menit awal. Kehadiran Jean Mota di lini tengah memberikan dimensi kreativitas yang sulit diredam oleh barisan gelandang Dewa United. Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija langsung mengambil inisiatif penguasaan bola, memaksa Dewa United bermain lebih dalam dan mengandalkan kedisiplinan trio bek mereka.
Peluang berbahaya pertama lahir pada menit ke-24. Melalui skema sepak pojok yang menjadi andalan, Jean Mota mengirimkan umpan melengkung ke jantung pertahanan lawan. Bek jangkung Thales Lira berhasil memenangi duel udara, namun sundulannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Sonny Stevens.
Intensitas pertandingan meningkat saat Egy Maulana Vikri sempat menggetarkan jala gawang Carlos Eduardo. Namun, sorak-sorai pendukung Dewa United langsung terhenti setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Keputusan tersebut sempat diprotes, namun tayangan ulang menunjukkan posisi Egy memang sedikit lebih depan saat bola dialirkan.
Kebuntuan yang tampak akan bertahan hingga turun minum akhirnya pecah di masa injury time babak pertama (45+2′). Berawal kembali dari skema bola mati, Jean Mota melepaskan sepak pojok yang disambar dengan sundulan keras oleh Maxwell Souza. Sonny Stevens sebenarnya melakukan penyelamatan heroik dengan menepis bola tersebut, namun bola liar kembali jatuh ke kaki Maxwell. Tanpa ampun, Maxwell menceploskan bola ke gawang yang kosong. Skor 1-0 untuk keunggulan Persija menutup paruh pertama.
BACA JUGA: Hasil Match Persib vs Persik: Sihir Thom Haye dan Brace Andrew Jung Benamkan Persik Kediri di GBLA
Babak Kedua: Kebangkitan Dewa United dan Respons Messidoro
Memasuki babak kedua, Jan Olde Riekerink melakukan perubahan taktik dengan mendorong Ivar Jenner dan Ricki Kambuaya lebih aktif membantu serangan. Hasilnya terlihat pada menit ke-55. Melalui sebuah skema serangan balik cepat, Rafael Struick melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Kiper Persija, Carlos Eduardo, berhasil memblok bola tersebut, namun bola justru jatuh tepat di hadapan Alexis Messidoro. Dengan ketenangan luar biasa, Messidoro yang berdiri bebas langsung menyambar bola muntah tersebut menjadi gol penyeimbang. Papan skor berubah menjadi 1-1, dan tensi pertandingan semakin memuncak.
Drama Menit ke-87: Kegagalan Penalti yang Menentukan
Laga tampak akan berakhir imbang sebelum drama besar terjadi pada menit ke-87. Dalam sebuah kemelut di depan gawang Dewa United, bek Damion Lowe kedapatan melakukan handball saat mencoba menghalau bola. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan peluang emas bagi Persija untuk mengunci kemenangan.
Maxwell Souza, sang pencetak gol pertama, maju sebagai eksekutor. Seluruh penonton di JIS menahan napas. Namun, Sonny Stevens menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik di liga. Ia berhasil membaca arah tembakan Maxwell dengan sempurna dan menepis bola keluar. Kegagalan ini disambut kekecewaan mendalam oleh para pemain Persija di lapangan.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tetap bertahan. Persija harus meratapi kegagalan mereka mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
BACA JUGA: Bali vs Arema FC: Drama Gol Bunuh Diri dan Rekor Tappei Yachida
Analisis PUSATSPORTS: Masalah Efektivitas Lini Depan
Kekecewaan Mauricio Souza sangat beralasan. Secara statistik, Persija unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, ketergantungan pada bola mati dan kegagalan dalam eksekusi peluang bersih menjadi pekerjaan rumah besar. Kehadiran Gustavo Almeida dan Witan Sulaeman di lini serang diharapkan bisa memberikan penyelesaian akhir yang lebih klinis, namun pertahanan Dewa United yang digalang Nick Kuipers tampil sangat solid sepanjang 90 menit.
Di sisi lain, Dewa United membuktikan bahwa mereka adalah tim yang sangat berbahaya dalam situasi transisi. Keberadaan pemain kreatif seperti Messidoro dan kecepatan Egy Maulana Vikri membuat lini belakang Persija yang dikawal Jordi Amat dan Rizky Ridho harus bekerja ekstra keras.
Statistik Pertandingan (Persija vs Dewa United):
-
Penguasaan Bola: 58% – 42%
-
Total Tembakan: 16 – 11
-
Tembakan Tepat Sasaran: 6 – 5
-
Penyelamatan Kiper: Carlos Eduardo (4) – Sonny Stevens (5)
Susunan Pemain Resmi
Persija Jakarta (4-3-3): Carlos Eduardo (GK); Bruno Tubarao, Jordi Amat, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas; Thales Lira, Jean Mota, Fabio Calonego; Maxwell Souza, Gustavo Almeida, Witan Sulaeman. Pelatih: Mauricio Souza
Dewa United (4-3-3): Sonny Stevens (GK); Damion Lowe, Johnathan Carlos, Edo Febriansah, Nick Kuipers; Jaja, Ivar Jenner, Ricki Kambuaya; Alex Martins, Egy Maulana Vikri, Noah Sadaoui. Pelatih: Jan Olde Riekerink
Misi Bangkit Macan Kemayoran
Hasil imbang ini harus segera dilupakan oleh skuat Persija Jakarta. Perjalanan BRI Super League musim 2025/2026 masih panjang, namun setiap poin yang hilang di kandang bisa berakibat fatal pada perebutan gelar juara di akhir musim. Fokus Mauricio Souza kini adalah mengembalikan mentalitas bertanding anak asuhnya menjelang laga tandang krusial di pekan berikutnya.
Bagi Dewa United, hasil ini menjadi modal berharga dan suntikan kepercayaan diri yang masif. Mampu menahan imbang raksasa seperti Persija di JIS adalah prestasi tersendiri yang membuktikan bahwa proyek Jan Olde Riekerink di Tangerang Selatan berada di jalur yang benar.