Nicolas Pepe Selamatkan Wajah Villarreal, Kapal Selam Kuning Nyaris Karam di Markas Alaves
VITORIA-GASTEIZ – Ketegangan luar biasa mewarnai laga pembuka pekan ke-28 La Liga Spanyol musim 2025/2026. Villarreal, yang tengah berjuang di jalur perebutan gelar juara, nyaris menanggung malu saat bertandang ke markas tim papan bawah, Deportivo Alaves. Beruntung, magis menit akhir dari penyerang sayap Nicolas Pepe berhasil menyelamatkan satu poin krusial dalam laga yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Mendizorrotza, Jumat waktu setempat.
Pertandingan ini menyuguhkan drama emosional bagi para pendukung tim tamu. “Kapal Selam Kuning” yang tampil dominan hampir sepanjang laga harus menghabiskan lebih dari 50 menit pertandingan dalam posisi tertinggal akibat gol bunuh diri. Namun, mentalitas baja yang ditunjukkan skuat asuhan Villarreal di masa injury time membuktikan mengapa mereka layak berada di jajaran elit klasemen musim ini.
BACA JUGA: Hasil Atalanta vs Bayern Munchen: Michael Olise Menggila, Satu Kaki Die Roten di Perempat Final
Babak Pertama: Dominasi yang Berujung Petaka
Villarreal datang ke Vitoria-Gasteiz dengan kepercayaan diri tinggi. Mengandalkan penguasaan bola yang cair, mereka langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Lini tengah Villarreal yang dikomandoi oleh Santi Comesana mencoba mendikte tempo permainan, memaksa Alaves bermain lebih dalam dan mengandalkan pertahanan blok rendah.
Meski terus membombardir pertahanan tuan rumah, Villarreal tampak kesulitan menembus rapatnya koordinasi lini belakang Alaves yang dikawal oleh Antonio Sivera di bawah mistar. Beberapa peluang tercipta melalui skema serangan sayap, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat gol yang dinanti tak kunjung hadir.
Keasyikan menyerang justru menjadi bumerang bagi Villarreal. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-40, petaka menghampiri tim tamu. Dalam sebuah kemelut di dalam kotak penalti, bek andalan Villarreal, Rafa Marin, salah mengantisipasi arah bola yang justru masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat seisi Stadion Mendizorrotza bergemuruh dan membawa Alaves unggul 1-0.
Santi Comesana hampir saja menyamakan kedudukan sesaat sebelum turun minum melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, kegemilangan Sivera dalam menepis bola memastikan keunggulan tipis Alaves bertahan hingga masa jeda.
Babak Kedua: Kepungan Tanpa Henti dan Benteng Sivera
Memasuki paruh kedua, Villarreal tampil jauh lebih agresif. Pelatih mereka menginstruksikan para pemain untuk menaikkan garis pertahanan dan menekan Alaves sejak di area pertahanan mereka sendiri. “Kapal Selam Kuning” seolah tidak memberikan napas bagi tuan rumah untuk mengembangkan permainan.
Striker tajam Georges Mikautadze berkali-kali meneror gawang Alaves. Salah satu peluang emas didapatnya melalui sepakan mendatar akurat, namun refleks luar biasa dari Antonio Sivera lagi-lagi menggagalkan ambisi Villarreal. Pablo Ibanez juga mendapatkan ruang tembak yang cukup terbuka, namun tendangannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Seiring berjalannya waktu, frustrasi mulai tampak di wajah para pemain Villarreal. Alaves yang berjuang mati-matian untuk menjauh dari zona degradasi memperlihatkan pertahanan “parkir bus” yang sangat disiplin. Setiap umpan silang dan terobosan Villarreal selalu mampu dipatahkan oleh lini belakang Alaves yang tampil heroik malam itu.
Keajaiban Menit ke-98: Nicolas Pepe Menjadi Juru Selamat
Laga memasuki masa tambahan waktu babak kedua yang cukup panjang. Wasit memberikan tambahan waktu sebanyak delapan menit akibat beberapa insiden di lapangan. Di saat pendukung Alaves sudah bersiap merayakan kemenangan bersejarah atas tim papan atas, Villarreal melancarkan serangan pamungkas yang terstruktur.
Pada menit 90+8, momen keajaiban itu tiba. Berawal dari visi luar biasa Santi Comesana yang melihat celah di pertahanan Alaves, ia melepaskan umpan terukur kepada Nicolas Pepe. Dengan kontrol bola yang sempurna dan ketenangan tingkat tinggi, Pepe melepaskan tembakan mematikan yang tak mampu dijangkau Sivera. Bola bersarang telak di pojok gawang, mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut disambut dengan selebrasi emosional oleh seluruh pemain dan staf kepelatihan Villarreal. Peluit akhir dibunyikan tak lama kemudian, memastikan kedua tim harus berbagi satu angka dalam drama yang sangat melelahkan ini.
Analisis Klasemen: Villarreal Tetap di Jalur UCL
Tambahan satu poin dari laga ini memang tidak cukup untuk membawa Villarreal mendekati Barcelona di puncak klasemen, namun sangat berarti untuk menjaga posisi mereka di zona Liga Champions. Saat ini, Villarreal menduduki peringkat ketiga klasemen sementara La Liga dengan koleksi 55 poin dari 28 pertandingan. Mereka tertinggal 12 angka dari Barcelona, namun masih berada dalam posisi aman untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Di sisi lain, bagi Deportivo Alaves, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan. Kehilangan kemenangan di detik-detik terakhir membuat mereka tetap tertahan di posisi ke-16 dengan 28 poin. Posisi mereka sangat rawan karena hanya terpaut tiga poin dari zona degradasi, membuat persaingan di papan bawah semakin mencekam bagi tim asuhan mereka.
Statistik Pertandingan (Alaves vs Villarreal):
-
Penguasaan Bola: 38% – 62%
-
Total Tembakan: 8 – 18
-
Tembakan Tepat Sasaran: 3 – 7
-
Sepak Pojok: 2 – 9
-
Pelanggaran: 12 – 9
Daftar Susunan Pemain
Deportivo Alaves (4-4-2): Antonio Sivera (GK); Nahuel Tenaglia, Abdel Abqar, Aleksandar Sedlar, Manu Sanchez; Carlos Vicente, Antonio Blanco, Jon Guridi, Tomas Conechny; Carlos Martin, Kike Garcia.
Villarreal (4-3-3): Diego Conde (GK); Kiko Femenia, Logan Costa, Rafa Marin, Sergi Cardona; Santi Comesana, Dani Parejo, Pape Gueye; Nicolas Pepe, Georges Mikautadze, Alex Baena.
Misi Bangkit Kapal Selam Kuning
Meski berhasil terhindar dari kekalahan, Villarreal harus segera mengevaluasi efektivitas lini depan mereka. Kegagalan mengonversi banyak peluang menjadi gol hampir saja berakibat fatal. Sebaliknya, performa Nicolas Pepe yang muncul sebagai pembeda di saat-saat kritis memberikan sinyal positif bagi pelatih bahwa ia memiliki pemain dengan mentalitas juara.
Pada pekan berikutnya, Villarreal dijadwalkan akan melakoni laga kandang yang tak kalah berat. Fokus mereka kini adalah memperbaiki koordinasi lini belakang agar insiden seperti gol bunuh diri Rafa Marin tidak terulang kembali di laga-laga krusial mendatang.